Beritamerdeka.co.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih, menegaskan pentingnya menempatkan keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa (family mainstreaming).
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN) yang dihadiri oleh ratusan peserta di gedung Swam, Kota Tegal, Selasa, 3 November 2026.
Dalam pemaparannya, Fikri menyoroti pergeseran paradigma program kependudukan saat ini yang tidak lagi sebatas pembatasan jumlah anak melalui Keluarga Berencana (KB) konvensional, melainkan cakupan komprehensif terkait pembangunan kualitas keluarga dari hulu ke hilir.

”Sekarang kementeriannya jauh lebih komprehensif, tidak hanya Keluarga Berencana, tetapi kependudukan dan pembangunan keluarga. Mestinya, pemerintah konsisten mengusung family mainstreaming atau pengarusutamaan keluarga sebagai basis utama pembangunan bangsa,” ujar Fikri.
Program Unggulan dan Super Apps Sakinah
Fikri mengapresiasi inovasi layanan keluarga yang terangkum dalam aplikasi digital Sakinah (Super Apps Keluarga Indonesia). Aplikasi ini memuat empat pilar siklus kehidupan yang terintegrasi untuk menjawab berbagai tantangan sosial saat ini:
– Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Fokus pada kesehatan balita yang bersinergi dengan program pemenuhan gizi masyarakat.

– Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak): Pengasuhan anak berbasis daycare yang aman untuk mendukung produktivitas ekonomi keluarga tanpa mengorbankan masa depan anak.
– Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Solusi untuk mengatasi fenomena fatherless (kurangnya peran ayah dalam pengasuhan) di tengah keluarga modern.
– Sidaya (Program Lansia Berdaya): Mengubah paradigma lansia agar tidak menjadi beban keluarga, melainkan aset berharga melalui sekolah lansia yang aktif dan produktif.

Meski bukan mitra langsung Komisi IX yang membidangi urusan tersebut, legislator dari Dapil IX Jateng ini berkomitmen untuk terus mengawal dan menjembatani aspirasi masyarakat, termasuk mendorong sinergi lintas komisi dan kementerian.
Tantangan Mental Anak dan Perlindungan Anak
Dalam sesi wawancara terpisah, Fikri juga menyoroti pentingnya peran ketahanan keluarga dalam meredam degradasi moral dan kesehatan mental anak di era digital.
Menurutnya, berbagai kasus kekerasan anak yang melibatkan remaja belakangan ini merupakan alarm bahwa pengawasan di dalam lingkungan rumah tangga masih harus diperkuat.

Ia juga mendorong adanya regulasi dan pengawasan yang lebih tegas terhadap arus informasi serta penggunaan gawai (gadget) pada anak-anak di bawah umur, merujuk pada kebijakan pembatasan media sosial yang telah diterapkan di beberapa negara lain.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amirudin, Lc menambahkan bahwa upaya penguatan keluarga ini juga didukung oleh optimalisasi peran Posyandu yang kini mencakup Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan hingga pendidikan dasar anak.
Dengan kehadiran ratusan peserta yang didominasi oleh kaum ibu dan pegiat keluarga, sosialisasi ini diharapkan mampu memperluas kesadaran kolektif masyarakat di tingkat akar rumput bahwa kualitas bangsa bermula dari ketahanan keluarga yang kokoh. (*)















