Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Regional

Bincang Kampung Ciketing Udik Bahas Plus-Minus PSEL, Lurah Usep Sudharma Wijaya Ajak Warga Pahami Prosesnya

×

Bincang Kampung Ciketing Udik Bahas Plus-Minus PSEL, Lurah Usep Sudharma Wijaya Ajak Warga Pahami Prosesnya

Sebarkan artikel ini

Beritamerdeka.co.id – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, menggelar kegiatan Bincang Kampung dengan tema “PSEL di Ciketing Udik: Plus-Minus”, bertempat di Taman Folder Ciketing Udik, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung tersebut menjadi ruang dialog bagi pemerintah, unsur kewilayahan, tokoh masyarakat dan warga untuk membahas keberadaan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kelurahan Ciketing Udik.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Ciketing Udik Usep Sudharma Wijaya, S.E. menyampaikan sambutan penutup sekaligus mengajak masyarakat untuk memahami bahwa proses terkait keberadaan PSEL bukanlah sesuatu yang sederhana dan berlangsung dalam waktu singkat.

Ia berharap masyarakat Ciketing Udik dapat memberikan dukungan terhadap program pemerintah dengan tetap mengedepankan komunikasi dan pemahaman yang baik

“Tentunya saya selaku lurah, kepanjangan dari pemerintah wali kota, saya meminta kepada warga masyarakat kaitan dengan keberadaan PSEL yang ada di Ciketing Udik, ini prosesnya tidak mudah membalikkan telapak tangan. Dari mulai pengadaan lahan, pematangan lahan mungkin banyak pro dan kontra,” ujar Usep Sudharma dalam sambutannya.

Ucep menekankan bahwa pembahasan mengenai PSEL perlu dilakukan melalui komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, berbagai tahapan yang berkaitan dengan suatu program perlu dipahami secara utuh agar masyarakat tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi.

Perbedaan pandangan maupun pro dan kontra di tengah masyarakat merupakan bagian dari dinamika dalam sebuah proses pembangunan. Karena itu, forum dialog dinilai penting sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi, masukan dan berbagai pertanyaan masyarakat. Bincang Kampung juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara unsur pemerintah kewilayahan dengan masyarakat Ciketing Udik, khususnya terkait persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Ciketing Udik Usep Sudharma, S.E. Ketua LPM Ciketing Udik Salim Samsudin, S.E., serta Ketua LPM Bantar Gebang Samsudin Nurseha, S.H.Turut hadir Ketua Pokdarwis Ciketing Udik, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ciketing Udik, Ketua BKM, serta Ketua Forum RW dan para Ketua RW se-Ciketing Udik. Selain itu, kegiatan juga dihadiri para Ketua RT se-Ciketing Udik, Ketua dan pengurus Karang Taruna Ciketing Udik, Ketua MUB Ciketing Udik, Ketua MUI Ciketing Udik, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dibahas dalam Bincang Kampung menjadi perhatian bersama, terutama karena berkaitan dengan wilayah tempat masyarakat tinggal dan beraktivitas.

Kegiatan Bincang Kampung merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Republik Indonesia ke-81, yang kemudian di lanjut pada malam harinya, dengan Dzikir Bersama dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan adanya perpaduan antara kegiatan kebangsaan, sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Ciketing Udik

Dialog terbuka juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memahami setiap tahapan yang berkaitan dengan keberadaan PSEL, termasuk persoalan lahan, proses pematangan lahan, serta berbagai pertimbangan lainnya. Perkuat sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Keberadaan berbagai unsur kewilayahan dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dan sinergi di tengah masyarakat.

Pemerintah kelurahan, LPM, BKM, Forum RW, RT, Karang Taruna, unsur keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan organisasi kewilayahan diharapkan dapat terus menjadi bagian dari ruang komunikasi dalam membahas berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan warga.

Dengan adanya dialog yang berlangsung secara terbuka, setiap aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara konstruktif. Di sisi lain, pemerintah juga dapat menjelaskan berbagai tahapan dan kebijakan yang berkaitan dengan program di wilayah Ciketing Udik.

Bincang Kampung dengan tema “PSEL di Ciketing Udik: Plus-Minus” akhirnya menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi keberadaan PSEL di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Semangat dialog dan kebersamaan tersebut diharapkan terus terjaga agar setiap persoalan di tengah masyarakat dapat dibahas secara terbuka, objektif dan mengedepankan kepentingan bersama.[]