Beritamerdeka.co.id – Ketua Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) Kota Tegal, Agil Riyanto Darmowiyoto, SH mendukung langkah Pemkot penutupan celah transaksi obat ilegal.
Hal itu disampaikan Ketua GSPI Agil Riyanto kepada beritamerdeka.co.id merespon masih maraknya pelajar dan pemuda mengkonsumsi obat ilegal perusak generasi.
“GSPI mendukung langkah pemkot Tegal membongkar tempat transaksi obat ilegal perusak generasi muda,” ujar Agil Riyanto, Kamis, 9 April 2026.
GSPI dan 234 SC Kota Tegal Salurkan Bantuan Korban Longsor Banjarnegara dan Cilacap

Menurut Agil, Berdasarkan informasi dari pemberitaan media yang disampaikan Kepala BNN Kota Tegal mengungkapkan adanya fenomena penyalahgunaan obat keras yang cukup memprihatinkan dengan intensitas pelaporan kasus terjadi hampir setiap hari.
“Ini sangat memprihatinkan apalagi itu terjadi pada anak-anak remaja atau pelajar kita dan juga anak muda. Ini harus terus dikawal karena generasi muda merupakan pondasi bangsa yang harus dijaga,” tambahnya.
Agil juga meminta kepada pemerintah Kota Tegal untuk mengusut oknum-oknum di pemerintahan maupun aparat yang membekingi tempat-tempat usaha yang diduga menjadi tempat terjadinya transaksi jual beli sebagai bagian ornamen peredaran obat ilegal di Kota Tegal.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Wali Kota Tegal telah memimpin langsung sebuah operasi kilat yang membongkar tempat-tempat yang populer di masyarakat dengan sebutan Warung Aceh yang diduga sebagai tempat transaksi jual beli obat ilegal dengan sasaran anak-anak remaja.
Belum lagi pernyataan Kepala BNN Kota Tegal, Kunarto yang menyebutkan adanya fenomena peningkatan penyalahgunaan obat keras di Kota Tegal sudah pada level memprihatinkan. Hal itu dikatakan dihadapan Wakil Wali Kota Tegal, Tazzkiyyatl Muthmainnah di kantor BNN Kota Tegal Selasa (7/4/20×6).
Dikatakan Kunarto, bahwa fenomena penyalahgunaan obat di Kota Tegal yang cukup memprihatinkan tersebut, indikasinya berdasar pada data yang menunjukkan laporan kasus hampir terjadi setiap hari.
Oleh karena itu pihaknya berencana akan memasukkan program integrasi kurikulum agar anak-anak paham betul risiko penyalahgunaan obat keras.
Ketua GSPI Agil Riyanto selain mendukung langkah pemerintah dalam uoayanya memotong rantai peredaran obat keras, juga meminta pemerintah Kota Tegal menindak tegas apabila dalam bisnis haram tersebut dibekingi para oknum.
“GSPI Kota Tegal mendukung Pembongkaran Warung dan Pengedaran tramadol dan usut tuntas semua oknum yang Terlibat, termasuk oknum aparat bila ada yang terlibat,” pungkas Agil Riyanto Darmowiyoto. ***















