BERITAMERDEKA.CO.ID – Kesempatan bagi putra-putri terbaik Kabupaten dan Kota Tegal untuk bergabung menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terbuka lebar. Kodim 0712/Tegal memberikan kemudahan proses validasi bagi calon pendaftar Bintara dan Tamtama melalui pelayanan langsung di Makodim 0712/Tegal.
Rekrutmen tersebut menjadi bagian dari percepatan penerimaan prajurit TNI AD tahun 2026. Pelaksanaan validasi memasuki hari kedua pada Jumat (6/11/2026), dengan menghadirkan tim validasi dari Korem 071/Wijayakusuma untuk membantu proses administrasi dan pemeriksaan persyaratan calon peserta.
Komandan Kodim (Dandim) 0712/Tegal, Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono, SH., M.Han., mengatakan, pelayanan validasi di Makodim merupakan bentuk kemudahan yang diberikan TNI AD kepada generasi muda, khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten dan Kota Tegal.
Menurutnya, tahapan validasi merupakan proses lanjutan setelah pendaftaran online sebelum calon peserta mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
“Kami memberikan kemudahan dengan mengundang tim validasi dari Korem 071/Wijayakusuma untuk datang ke Kodim 0712/Tegal. Tujuannya membantu pelaksanaan validasi bagi adik-adik yang ingin bergabung menjadi prajurit TNI Angkatan Darat,” ungkapnya.
Rachmat menjelaskan, berdasarkan target yang dibebankan Komando Atas, Kodim 0712/Tegal mendapatkan target pendaftaran sebanyak 1.570 calon Bintara dan 1.571 calon Tamtama.
Sementara itu, kuota penerimaan secara keseluruhan di wilayah Kodam IV/Diponegoro mencapai 6.099 orang untuk Bintara dan 21.794 orang untuk Tamtama.
Hingga hari kedua pelaksanaan validasi, tercatat sebanyak 757 calon Bintara telah mendaftar secara online, dengan 81 orang di antaranya sudah menjalani validasi. Sedangkan untuk Tamtama, jumlah pendaftar online mencapai 718 orang dan 134 orang telah menyelesaikan validasi.
“Artinya, kami sudah bisa bekerja untuk merekrut sekitar 50 persen dari total target yang dibebankan kepada Kodim 0712/Tegal oleh Komando Atas,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses validasi rekrutmen Bintara maupun Tamtama masih akan berlangsung hingga Januari 2027. Program percepatan ini dilakukan dengan tetap mengedepankan prosedur serta persyaratan yang telah ditetapkan TNI AD.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI AD terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membedakan latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi.
Bahkan, pihaknya memberikan perhatian terhadap putra-putri dari kalangan santri, pondok pesantren, serta keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses rekrutmen.
“Kami membuka peluang seluas-luasnya. Semua kalangan memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung menjadi prajurit TNI AD. Baik dari kalangan santri, pondok pesantren, maupun keluarga yang kurang mampu,” tegasnya.
Hal penting yang juga ditekankan adalah seluruh proses penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya alias gratis.

Letkol Inf Rachmat memastikan, mulai dari pendaftaran, validasi hingga tahapan seleksi, calon peserta tidak dibebankan biaya sepeser pun.
“Perlu saya tegaskan, selama pelaksanaan pendaftaran hingga seleksi tidak dipungut biaya sepeser pun, nol rupiah. Silakan masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya datang ke Kodim untuk melaksanakan validasi. Para Babinsa dan Danramil jajaran Kodim 0712/Tegal siap membantu semaksimal mungkin,” katanya.
Selain kesempatan mengikuti rekrutmen, peluang bergabung dengan satuan TNI AD yang berada di wilayah Tegal juga menjadi salah satu hal yang disampaikan Dandim.
Ia menyebutkan, terdapat sejumlah satuan TNI AD di wilayah Tegal, di antaranya Brigif 4/Dewa Ratna, Yonif 407/Padma Kusuma, serta dua batalyon baru yang dibentuk sebagai Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Dengan adanya satuan-satuan tersebut, peluang penempatan personel di wilayah Tegal diharapkan semakin terbuka.
“Output-nya nanti kemungkinan besar juga akan mengisi satuan-satuan baru yang ada di wilayah Tegal. Sehingga tidak perlu lintas pulau atau lintas kota apabila kebutuhan personel di satuan-satuan wilayah Tegal masih tersedia,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran agar tidak melakukan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses penerimaan prajurit TNI AD.
Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh jajaran Koramil dan Babinsa di wilayah Kodim 0712/Tegal untuk menjaga integritas serta memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai ketentuan.
Dandim bahkan meminta masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak atau oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang.
“Saya sampaikan dengan tegas, khususnya jajaran Kodim 0712/Tegal sudah sepakat dan saya telah menginstruksikan seluruh Koramil bahwa tidak ada namanya pungutan liar. Apabila ada keluarga yang menemukan oknum meminta uang atau menjanjikan kelulusan, silakan sampaikan langsung kepada saya. Tentunya akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku di Angkatan Darat,” tandasnya.
Melalui rekrutmen ini, Kodim 0712/Tegal berharap semakin banyak generasi muda di Kabupaten dan Kota Tegal yang memanfaatkan kesempatan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat.
Masyarakat yang berminat mengikuti seleksi Bintara maupun Tamtama diimbau mempersiapkan diri, melengkapi persyaratan, serta memanfaatkan pelayanan validasi yang telah disediakan di Makodim 0712/Tegal tanpa mengeluarkan biaya apa pun.***















