Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Hukum Kriminal

Sedang Duduk Santai di Trasa Slawi, Pemuda Asal Maluku Dikeroyok 10 Orang

×

Sedang Duduk Santai di Trasa Slawi, Pemuda Asal Maluku Dikeroyok 10 Orang

Sebarkan artikel ini
Pemuda asal Maluku, Subarno Keliobas (21) yang dikeroyok 10 orang di Taman Rakyat Slawi, Kabupaten Tegal (dok.istimewa)

BERITAMERDEKA.CO.ID – Aksi pengeroyokan brutal terjadi di kawasan Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa), Kabupaten Tegal. Seorang pemuda asal Maluku, Subarno Keliobas (21), menjadi korban amukan sekitar 10 orang saat tengah nongkrong bersama dua temannya, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Akibat serangan bertubi-tubi tersebut, Subarno mengalami luka pada bagian telinga, memar di pipi kanan, serta nyeri pada punggung. Ironisnya, hingga kini korban mengaku tidak mengenal satu pun orang yang diduga mengeroyoknya. Ia juga mengaku tidak pernah memiliki persoalan dengan kelompok tersebut.

Saat ditemui di rumah pamannya di Desa Kaliwadas, Kecamatan Adiwerna, pada Kamis (5/11/2026), Subarno menceritakan detik-detik mencekam yang dialaminya.

Menurut penuturannya, sebelum kejadian, dirinya sedang duduk santai sambil menikmati kopi bersama dua rekannya, Riyan Fauzi (21) dan Yoga Saputra (22). Mereka memilih tempat nongkrong di kawasan belakang atau sisi barat Trasa.

Awalnya, situasi berlangsung biasa. Namun, suasana mendadak berubah setelah sekelompok orang yang berada sekitar 10 meter dari tempat mereka duduk terlibat keributan di antara sesama anggota kelompok.

Salah seorang pria berambut panjang kemudian meninggalkan lokasi. Tak berselang lama, pria tersebut kembali bersama sekitar 10 orang lainnya.

Tanpa diduga, kelompok itu langsung mendatangi Subarno dan kedua temannya. Bahkan, mereka diduga sempat melempari korban dan rekannya menggunakan batu hingga mengenai punggung Riyan.

Situasi semakin mencekam ketika pria berambut panjang tersebut menarik baju Subarno sambil berteriak. Bersamaan dengan itu, salah seorang anggota kelompok diduga melayangkan pukulan dari arah belakang hingga korban tersungkur.

Serangan pun tak berhenti meski Subarno sudah terjatuh. Beberapa orang diduga terus melayangkan pukulan dan menginjak tubuh korban hingga membuatnya tak berdaya menghadapi pengeroyokan tersebut.

Melihat rekannya menjadi sasaran kekerasan, Riyan dan Yoga berusaha memberikan pertolongan. Keduanya kemudian membawa Subarno menjauh dari lokasi kejadian hingga akhirnya tiba di Desa Kaliwadas.

Subarno mengaku sama sekali tidak mengetahui alasan dirinya menjadi sasaran pengeroyokan. Ia bahkan tidak mengenali wajah maupun identitas para pelaku.

“Saya tidak kenal mereka. Tidak punya masalah apa-apa juga. Tiba-tiba datang dan langsung memukuli,” ungkap Subarno.

Kesaksian tersebut dibenarkan Riyan. Ia mengatakan, sebelum kejadian, mereka bertiga hanya duduk santai sambil menikmati kopi. Namun, secara tiba-tiba segerombolan pria datang dan melakukan pemukulan terhadap Subarno.

“Saya juga tidak kenal mereka. Awalnya kami hanya duduk santai, tiba-tiba mereka datang dan langsung memukuli,” tuturnya.

Pasca-kejadian, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Subarno bersama pamannya, Rembo, yang merupakan anggota TNI Kodim 0712/Tegal, mendatangi RSI Singkil Adiwerna untuk menjalani pemeriksaan medis sekaligus mengurus visum sebagai bagian dari penanganan kasus tersebut.

Tak berhenti di pemeriksaan medis, korban bersama pamannya kemudian mendatangi Satreskrim Polres Tegal untuk melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut.

Pihak keluarga berharap laporan itu segera ditindaklanjuti dan aparat kepolisian mampu mengungkap identitas seluruh pihak yang terlibat.

Rembo meminta Satreskrim Polres Tegal menangani perkara tersebut secara profesional dan objektif, sekaligus menindak para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum. Keponakan saya mengalami luka di kepala dan tubuhnya. Kami memohon Satreskrim Polres Tegal menindaklanjuti laporan ini secara profesional dan objektif,” harapnya.***