Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ekonomi & Bisnis

Pengemudi Taksol dan Ojol di Tegal Keluhkan Tingginya Potongan Aplikator dan Beban Biaya Operasional

×

Pengemudi Taksol dan Ojol di Tegal Keluhkan Tingginya Potongan Aplikator dan Beban Biaya Operasional

Sebarkan artikel ini
Driver online (foto:shutterstock)

BeritaMerdeka.co.id​ – Sejumlah pengemudi transportasi daring (driver online) baik roda dua maupun roda empat di wilayah Tegal mengeluhkan kian beratnya beban operasional yang harus mereka tanggung sehari-hari.

Selain potongan komisi aplikator yang dinilai terlalu tinggi, persaingan antar-aplikator dan melonjaknya jumlah driver membuat pendapatan harian mereka merosot tajam.

​Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah driver di Tegal pada Sabtu, 8 Agustus 2026, para pengemudi mengaku harus bekerja ekstra keras hingga 12 jam per hari hanya untuk membawa pulang uang bersih sebesar Rp100.000. Jumlah tersebut dinilai sangat minim dan acapkali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

​”Sekarang kerja 12 jam bisa membawa uang pulang Rp100.000 saja sudah alhamdulillah sekali. Biaya operasional terus membengkak, belum lagi potongan aplikator yang makin mencekik,” jelas Eko saat ditemui di sebuah warung kopi Jl. Gajahmada Kota Tegal .

Menurutnya, mereka (aplikator) seolah tidak mau tahu dan tidak memikirkan biaya pemeliharaan mobil atau motor yang makin mahal.

​Kondisi ini diperparah dengan tingginya biaya pengeluaran harian saat para driver menunggu datangnya pesanan. Sembari menunggu orderan di pangkalan atau warung kopi, mereka terpaksa mengeluarkan uang untuk sekadar membeli kopi dan rokok

​”Seringkali pengeluaran di warung kopi untuk nunggu orderan justru memakan sisa uang harian. Tidak sedikit teman-teman driver yang akhirnya terpaksa ngutang dulu di warung kopi karena hasil narik hari itu tidak menutup biaya makan dan operasional,” tambah driver lainnya Udin alias Boled

​Para pengemudi menilai keberadaan banyaknya perusahaan aplikator baru dan pendaftaran driver yang tidak dibatasi semakin memperketat persaingan di lapangan, sementara volume orderan tidak mengalami peningkatan signifikan.

​Melalui BeritaMerdeka.co.id, para driver online di Tegal menyuarakan keluh kesah mereka dengan harapan adanya perhatian serius dan intervensi regulasi dari pemerintah.

Mereka mendesak pemerintah untuk meninjau ulang serta menetapkan batas maksimal potongan komisi aplikator, sekaligus memperketat pengawasan demi kesejahteraan para pekerja transportasi berbasis aplikasi.***