Deklarasi Damai yang di ikuti 32 Calon Kepala Desa se-Kecamatan Setu.
Beritamerdeka.co.id – Sebanyak 11 Desa di wilayah Kecamatan Setu, mengikuti kegiatan Deklarasi Damai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang digelar di Aula Kantor Balai Pengujian Mutu dan Sertifikat Pangan, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Jum’at (11/9/202)
Acara dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja beserta jajarannya, Camat Setu, Drs, Joko Dwijatmoko, M.Si., beserta jajaran, Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, S.H., M.H., Danramil Setu yang diwakili, unsur Muspicam, serta para calon kepala desa (kades) se-Kecamatan Setu.
Sejumlah 32 calon kepala desa yang siap mengikuti seluruh rangkaian tahapan Pilkades di Kecamatan Setu. Dalam penjelasannya, Joko mengingatkan seluruh calon agar mampu menyikapi perbedaan pandangan politik selama proses pemilihan berlangsung dengan bijak.
“Ya, arahannya kita harus bisa menyikapi perbedaan yang ada supaya pelaksanaan Pilkades bisa berjalan aman, nyaman, dan damai,” ujar Joko.
Ia menuturkan pentingnya para calon kades untuk mengedepankan integritas dalam berkampanye tanpa memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Dan untuk melakukan kampanye secara jujur, terus transparan, tidak mengedepankan hoaks ataupun penggunaan isu suku, agama, dan ras yang tidak baik,” tegasnya.
Terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang pelaksanaan masa kampanye, Joko menyebut situasi di wilayah Kecamatan Setu secara umum masih terpantau kondusif. Dinamika atau perbedaan yang muncul di tengah warga dinilai masih dalam batas kewajaran.
“Alhamdulillah masih kondusif. Kalau ada sedikit perbedaan, wajar saya bilang. Tapi masih bisa kita selesaikan semuanya,” ungkap Joko.
Camat Setu, Drs, Joko Dwijatmoko, M.Si.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, masa kampanye Pilkades akan dimulai pada Senin, 14 September hingga 15 September 2026. Selanjutnya, tahapan dilanjutkan dengan masa tenang pada 16 hingga 17 September 2026.
Meski wilayah Setu tergolong kondusif, Joko mengakui ada beberapa titik yang mendapatkan atensi serta pemantauan khusus. Salah satunya adalah Desa Burangkeng yang dinilai memiliki tensi politik cukup tinggi.
“Ya, dari awal mungkin, mudah-mudahan hanya hangat-hangat biasa. Burangkeng memang karena eskalasi politiknya masih lumayan tinggi,” terangnya.
Selain Desa Burangkeng, Desa Ciledug juga masuk dalam daftar fokus pengawasan atas arahan pihak Kepolisian.
“Ciledug, kalau Ciledug itu kita arahan dari Pak Kapolres, kita jadi atensi. Tapi yang lainnya alhamdulillah aman semua,” pungkasnya.
Joko berharap iklim kondusif ini dapat terus terjaga hingga seluruh rangkaian tahapan Pilkades usai dan menghasilkan pemimpin desa yang amanah. [ ]















