Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Regional

Krisis Air Masih Mengintai, PMI Kabupaten Tegal Salurkan 300 Ribu Liter Air ke 10 Desa

×

Krisis Air Masih Mengintai, PMI Kabupaten Tegal Salurkan 300 Ribu Liter Air ke 10 Desa

Sebarkan artikel ini
PMI Kabupaten Tegal menyalurkan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan selama musim kemarau (Ade W/beritamerdeka.co.id)

Beritamerdeka.co.id – Kemarau yang mulai mengeringkan sejumlah sumber air warga di Kabupaten Tegal mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih.

Sejak awal musim kemarau hingga Senin (17/8/2026), PMI Kabupaten Tegal telah mendistribusikan 300.000 liter air bersih atau setara 75 tangki kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut telah menjangkau 4 kecamatan dan 10 desa, dengan total penerima manfaat mencapai 8.063 kepala keluarga (KK) atau 31.863 jiwa.

Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto, mengatakan empat kecamatan yang telah mendapat distribusi air bersih yakni Kecamatan Suradadi, Jatinegara, Warureja dan Balapulang.

“Semangat kemerdekaan, semangat kemanusiaan, PMI terus bergerak, hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sunarto, Senin (17/8/2026).

Dari empat wilayah tersebut, Kecamatan Suradadi menjadi daerah dengan distribusi air bersih terbanyak. Sebanyak 39 tangki atau 156.000 liter air telah disalurkan ke tiga desa.

Rinciannya, Desa Jatimulya menerima 6 tangki atau 24.000 liter, Desa Kertasari 16 tangki atau 64.000 liter, dan Desa Harjasari sebanyak 17 tangki atau 68.000 liter.


Sementara di Kecamatan Jatinegara, PMI menyalurkan 16 tangki atau 64.000 liter air bersih ke empat desa. Bantuan tersebut meliputi Desa Lembahsari 1 tangki, Dukuhbangsa 11 tangki, Mokaha 2 tangki dan Penyalahan 1 tangki.

Adapun Kecamatan Warureja mendapat distribusi 10 tangki atau 40.000 liter yang seluruhnya disalurkan ke Desa Kedungkelor.

Sedangkan di Kecamatan Balapulang, bantuan mencapai 10 tangki atau 40.000 liter, terdiri atas Desa Harjawinangun sebanyak 8 tangki atau 32.000 liter dan Desa Sesepan 2 tangki atau 8.000 liter.

Dari total penerima manfaat, tercatat 13.882 laki-laki dan 17.981 perempuan yang mendapatkan bantuan air bersih.
Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya PMI Kabupaten Tegal membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air bersih.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, kebutuhan air bersih berpotensi terus meningkat. PMI pun memastikan komitmen kemanusiaan tetap berjalan untuk membantu warga yang membutuhkan.

“PMI terus bergerak, hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegas Sunarto.

Semangat kemerdekaan pun diwujudkan bukan sekadar melalui perayaan, tetapi dengan aksi nyata membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kemarau.***