Beritamerdeka.co.id — Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang berada di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, kembali menjadi perhatian publik. TPA yang menjadi salah satu lokasi pembuangan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi tersebut disebut telah menampung sampah dalam jumlah besar hingga mengalami kondisi yang dinilai membutuhkan tata kelola secara optimal.
Kondisi TPA Burangkeng menjadi perhatian karena pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kapasitas tempat pembuangan, tetapi juga menyangkut kebersihan, lingkungan, serta kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.
TPA Burangkeng Membutuhkan Tata Kelola yang Optimal
TPA Burangkeng yang berlokasi di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, disebut telah mengalami kondisi overload sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat pengelolaan dan penataan kawasan TPA menjadi hal penting agar aktivitas pengelolaan sampah tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Pengelolaan TPA yang baik membutuhkan penanganan secara terencana, mulai dari penataan sampah, pengaturan operasional, kebersihan kawasan hingga upaya meminimalkan potensi dampak lingkungan.
Karena itu, keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Burangkeng memiliki peran penting dalam memastikan kegiatan operasional berjalan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Warga Apresiasi Kinerja UPTD TPA Burangkeng
Di tengah sorotan mengenai kondisi TPA Burangkeng, apresiasi juga disampaikan oleh warga yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Wisnu, salah satu perwakilan warga Perumahan Mustika Grande, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, yang disebut terdampak keberadaan TPA Burangkeng, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja UPTD TPA Burangkeng.
Apresiasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga melihat adanya upaya pengelola dalam menjalankan tugas dan pelayanan di kawasan TPA.
Menurut warga, pengelolaan TPA yang dilakukan secara baik dan berkelanjutan sangat penting mengingat keberadaan tempat pembuangan akhir memiliki hubungan langsung dengan kondisi lingkungan serta kehidupan masyarakat di sekitarnya. Kamis (20/8/2026)
Pengelolaan Sampah Harus Berorientasi pada Lingkungan
Persoalan kapasitas TPA menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Bertambahnya volume sampah harus diimbangi dengan sistem pengelolaan yang efektif agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Selain penataan di dalam kawasan TPA, pengurangan sampah dari sumbernya juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah. Masyarakat, pemerintah daerah, pengelola, serta berbagai pihak terkait memiliki peran masing-masing dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
Dengan tata kelola yang baik, pengawasan yang berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat, pengelolaan TPA Burangkeng diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga keberadaannya tidak memberikan dampak buruk terhadap warga sekitar.
UPTD TPA Burangkeng Diharapkan Terus Tingkatkan Pelayanan
Apresiasi yang diberikan warga menjadi salah satu catatan positif bagi pengelola TPA Burangkeng. Namun, kondisi TPA yang disebut mengalami overload tetap membutuhkan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan.
Peningkatan tata kelola, kebersihan, keselamatan kerja, pengawasan lingkungan, serta komunikasi dengan masyarakat sekitar menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Ke depan, masyarakat berharap pengelolaan TPA Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, dapat semakin profesional, transparan dan berorientasi pada perlindungan lingkungan serta kenyamanan warga.[]















