Beritamerdeka.co.id – Ditengah santernya isu seputar seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Ahmad Ropi’i, M.Pd memilih bersikap tenang.
Kepala SMP Negeri 1 Talang ini memilih menjawab dinamika yang ada lewat kerja nyata dan deretan karya.
Suasana tenang dan tertata rapi menyambut saat melangkah ke ruang kerjanya. Di ruangan tersebut, deretan piala prestasi bersanding anggun dengan majalah-majalah terbitan karya siswa, menjadi bukti visual kepemimpinannya.

Pria yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak 2003 ini menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati diuji lewat dampak, bukan pernyataan pertahanan diri.
Sejak memegang tongkat kepemimpinan di SMPN 1 Talang pada Desember 2022, perubahan signifikan mulai dirasakan seluruh warga sekolah.
Ahmad Ropi’i merombak pendekatan manajemen dari sistem sentralistik menuju pemerataan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

”Semua guru dan tenaga kependidikan diberdayakan sesuai kompetensinya. Hasilnya, kinerja lebih efektif, transparan, dan rasa memiliki terhadap sekolah meningkat. Semua orang bergerak,” ungkap Ropi’i.
Langkah ini langsung berdampak positif pada kepercayaan publik. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah tersebut mengalami lonjakan tajam yang ia sebut sebagai barometer paling jujur dari masyarakat.
Menjadikan Literasi dan Kesehatan sebagai Nafas Sekolah
Kecintaan Ropi’i terhadap dunia literasi membawa angin segar. Di bawah arahannya, perpustakaan disulap menjadi ruang modern yang ramah anak, lengkap dengan pojok baca di setiap kelas hingga gazebo sekolah. Gerakan Sedekah Buku (GASEBU) juga digalakkan bersama komite dan wali murid.

Atas komitmen tersebut, Ropi’i dianugerahi penghargaan Tokoh Penggerak Literasi Tingkat Jawa Tengah 2024 (Anugerah Literasi Provinsi Jawa Tengah).
Tradisi tulisan opininya yang rutin menghiasi media massa lokal menjadi teladan nyata bagi para siswa.
Tak berhenti di literasi, aspek lingkungan dan kesehatan turut digenjot melalui serangkaian inovasi:
* Gerakan Tanpa Plastik (Getasik): Mewajibkan siswa membawa tumbler dan tempat bekal, serta melarang penggunaan wadah plastik di kantin.
Badan Pangan Nasional Sisir Pasar Hingga Gapoktan di Kabupaten Tegal, Pantau Harga Beras
* Sekolah Sehat Rujukan: Penataan taman sekolah sebagai laboratorium hidup serta penyediaan sarana olahraga representatif.
* Program Jumat Bergilir: Pelaksanaan Jumat Sehat, Jumat Bersih, Jumat Beriman, dan Jumat Literasi secara berkala.
Perjalanan karir Ropi’i dibentuk oleh pengalaman panjang. Mengawali tugas di SMPN 1 Bumijawa (2003–2012), ia berhasil membawa anak didiknya menembus Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika 2006.
Saat bertugas di SMPN 1 Balapulang (2012–2022), ia membidani lahirnya majalah sekolah KamuS dan mengantar siswa menjuarai berbagai ajang jurnalistik serta OSN IPA.
Kini, di SMPN 1 Talang, deretan prestasi terus bertambah, seperti Juara 1 Lomba Penelitian Karya Ilmiah Cagar Budaya Kabupaten Tegal (2025) serta Juara Lomba Karya Jurnalistik Siswa / Majalah Sekolah GEMILANG (2024). Sekolah ini juga sukses mewakili pameran produk unggulan pada HUT Kabupaten Tegal 2025 lewat karya batik ciprat, ecoprint, dan olahan karya siswa lainnya.
Bagi Pengurus MKKS SMP Kabupaten Tegal Bidang Humas dan Kerjasama ini, fondasi utama seorang pemimpin terletak pada tiga pilar utama.
1. Integritas: Jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
2. Intelektualitas: Memiliki keilmuan, keterampilan, serta pengalaman yang matang.
3. Cita-cita Luhur: Hasrat mendasar untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
”Sekolah yang hebat adalah sekolah yang membuat siswanya betah belajar, gurunya betah mengajar, dan masyarakatnya percaya menitipkan anaknya,” pungkas Ropi’i menutup perbincangan. (*)















