Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Pendidikan

Jejak Sunyi Muhajirin: Mencetak Asa dan Perubahan di SMPN 2 Adiwerna Tegal

×

Jejak Sunyi Muhajirin: Mencetak Asa dan Perubahan di SMPN 2 Adiwerna Tegal

Sebarkan artikel ini
Muhajirin, S.Pd., M.Pd, Kepala Sekolah SMPN 2 Adiwerna, Kabupaten Tegal

Beritamerdeka.co.id – Di tengah sengitnya hembusan angin persaingan mutu pendidikan di Kabupaten Tegal, sebuah panggung perubahan tengah tercipta sunyi namun bergelora.

SMP Negeri 2 Adiwerna, bangku pendidikan yang dahulu bergeming di tepian pandangan, kini bertransformasi menjadi mercusuar baru, sebuah ruang yang dirindukan, tempat sekolah-sekolah lain datang menimba ilmu dan menjejakkan studi tiru.

​Di balik riak perubahan yang memukau ini, hadir sesosok nahkoda berpikiran tajam. Muhajirin, S.Pd., M.Pd. Pria kelahiran Tegal tahun 1971 tersebut bukanlah figur yang lahir dari jalan pintas.

Mengawali bakti dari akar rumput sebagai guru IPS di SMPN 1 Slawi, jemarinya terbiasa mengukir manajerial saat dipercaya mengawal Kelas Imersi dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada 2010–2011.

Lulusan Pascasarjana UNNES berpredikat cumlaude ini membawa perjalanannya merambah kepemimpinan di SMPN 2 Margasari, Plt. SMPN 2 Balapulang, hingga akhirnya melabuhkan pengabdian di SMPN 2 Adiwerna sejak 2021.

​Di gerbang sekolah, senja belum sepenuhnya pudar ketika fajar menyapa. Setiap pukul 06.30 WIB, keteladanan dirajut tanpa hardikan. Para guru berdiri anggun menyambut uluran tangan para siswa, memangkas angka keterlambatan guru dari 30% hingga menyentuh angka nol sempurna.

​”Kalau kita ingin siswa disiplin, gurunya dulu yang harus memberi contoh. Kami hilangkan budaya telat. Prinsip saya sederhana, jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman. Kalau siswa nyaman, guru bahagia, mutu pasti akan ikut naik,” tutur Muhajirin lembut namun sarat penegasan, Kamis 16 September 2026.

​Seni kepemimpinannya terangkum dalam prinsip MANJADDA (Mandiri, Jujur, Disiplin, Adab), dibalut dalam beberapa pilar utama:

* ​Disiplin Berbasis Keteladanan, yakni mengedepankan dekapan kehangatan di pintu gerbang ketimbang sanksi yang melukai.

Dikukuhkan Bupati Tegal, YAUMI Siap Gaspol Perkuat Aksi Sosial dan Pendidikan Umat

* ​Inovasi Kurikulum Vokasi & Digital, melompati sekat kebiasaan dengan menggandeng SMK dan dunia industri.

Siswa diajak meretas zaman lewat coding dasar, kewirausahaan, hingga menyulap limbah plastik menjadi paving dan bubur bahan baku. Seluruh administrasi pun telah bertransformasi ke ranah digital.

* ​Kemandirian dan Sinergi Pentahelix dimana sekolahan merangkul BAZNAS, alumni, serta pemerintah desa dan hasil pengelolaan koperasi dan kantin dialirkan menjadi pundi beasiswa bagi 25 siswa yatim dan kurang mampu.

* ​Ekstrakurikuler dihidupkan sebagai kawah candradimuka, melahirkan deretan piala seperti Juara 1 LKIR Kabupaten Tegal (2025), Juara 2 FLS2N Tari Kreasi Provinsi Jawa Tengah (2024), hingga Juara Umum Jambore Pramuka Kwarcab Tegal (2023).

​Buah manis dari dedikasi itu tak lagi mampu disembunyikan. Pada penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027, gelombang pendaftar meluap hingga 120% dari kapasitas, memaksa sekolah dengan berat hati menolak puluhan calon siswa demi menjaga kualitas.

​Kini, langkah sang pendidik bersiap melangkah ke panggung yang lebih luas. Berbekal 29 tahun jejak langkah di dunia pendidikan, Muhajirin mengikutsertakan dirinya dalam seleksi JPT Pratama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal.

​”Saya ingin ide-ide yang selama ini diterapkan bisa dirasakan oleh seluruh Tegal. Saya tidak punya beking, yang saya punya hanya gagasan dan rekam jejak. Silakan publik yang menilai,” pungkasnya dengan nada tenang, membiarkan karya dan integritasnya berbicara kepada waktu. (*(