Beritamerdeka.co.id – Wali Kota Bekasi, Dr Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan pentingnya penguatan literasi demokrasi serta sinergi yang solid antara partai politik dan masyarakat dalam mengawal roda pembangunan kota.
Hal tersebut diungkapkannya dalam kegiatan pendidikan politik yang diinisiasi oleh Partai Demokrat, yang melibatkan jajaran pengurus mulai dari tingkat DPC, ranting, hingga kader legislatif di Hotel Merapi Merbabu, Kota Bekasi, Minggu (25/10/2026).
Menurut Tri Adianto, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan penyadaran dan pendidikan politik yang konstruktif bagi masyarakat. Tujuannya agar proses demokrasi di Kota Bekasi tidak hanya dimonopoli oleh partai politik, melainkan juga melibatkan partisipasi aktif warga secara menyeluruh.
Sementara itu, Sekjen DPP Partai Demokrat, Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M. Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis konsolidasi partai. Menurutnya, penguatan internal ini penting agar kader dapat bekerja lebih optimal dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Ini merupakan upaya dan ikhtiar kami untuk terus memperkuat barisan internal Partai Demokrat agar dapat berkarya lebih baik bagi masyarakat dan mengabdi dengan cara-cara yang lebih tepat,” ujar Herman.
Ia menambahkan, penguatan internal partai juga perlu diimbangi dengan kemampuan kader dalam mengikuti perkembangan informasi dan dinamika politik agar langkah organisasi selalu selaras dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto.
Herman juga menegaskan bahwa Partai Demokrat memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung keberhasilan program pemerintah pusat hingga daerah, termasuk mengawal pembangunan di Kota Bekasi agar dirasakan nyata oleh masyarakat.
Tri Adianto menambahkan, momentum pendidikan politik ini mengusung tema utama mengenai pentingnya penyelenggaraan demokrasi yang jujur dan adil. Diharapkan para kader partai dapat menjadi agen perpanjangan tangan yang aktif mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan serta hak dan kewajiban warga negara.
“Proses menuju ajang demokrasi membutuhkan proses pembelajaran literasi yang harus dilaksanakan terus-menerus terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Harapannya, kita terus mendukung proses demokrasi yang baik untuk mewujudkan Kota Bekasi yang keren,” ujar Tri Adianto.
Memasuki tahun ketiga masa anggaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Tri Adianto mengapresiasi kerja sama antara eksekutif dan legislatif, khususnya Fraksi Partai Demokrat di DPRD Kota Bekasi yang telah bersinergi mengawal janji kampanye.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekjen DPP Demokrat Herman turut membeberkan target perolehan kursi Partai Demokrat di Kota Bekasi pada pemilu mendatang. Dengan adanya lima daerah pemilihan (dapil) di Kota Bekasi, target minimal yang dipatok adalah meraih lima kursi, dengan harapan dapat ditingkatkan hingga tujuh kursi melalui kerja politik yang maksimal.
“Kalau lima dapil, minimal lima kursi. Kalau bisa, melalui upaya dan ikhtiar yang lebih baik, kami berharap bisa meraih tujuh kursi,” ungkap Herman.
Target ini sekaligus menjadi tantangan bagi jajaran pengurus dan kader di daerah untuk memperkuat konsolidasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta membangun kedekatan yang erat dengan masyarakat Kota Bekasi.
Melalui penguatan kapasitas kader, pendidikan politik yang berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor, Pemerintah Kota Bekasi bersama partai politik optimis proses pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal.
Kehadiran kader politik di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya berorientasi pada fungsi elektoral, melainkan menjadi motor penggerak edukasi demi mewujudkan Kota Bekasi yang demokratis, transparan, dan berdaya saing tinggi. [ ]















