BERITAMERDEKA.CO.ID – Ada pemandangan berbeda di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi, pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah anak dari Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Tahfidz Al Anwar mengikuti kegiatan bakti sosial dan edukasi yang dikemas dengan aktivitas menarik, mulai dari mengenal peternakan ayam petelur hingga praktik menanam bibit sayuran.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.
Dalam kesempatan tersebut, anak-anak diajak melihat secara langsung berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan di Lapas Slawi. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah kunjungan edukatif ke kandang ayam petelur.
Di lokasi tersebut, mereka diperkenalkan dengan proses pemeliharaan ayam hingga pengelolaan peternakan sebagai bagian dari kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan.
Tak berhenti di situ, anak-anak juga diajak turun langsung ke area beranggang Lapas Slawi untuk menanam bibit sayuran. Dengan penuh antusias, mereka mengikuti setiap tahapan penanaman sekaligus belajar memanfaatkan lahan secara produktif dan menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui pengalaman tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pembelajaran praktis tentang pentingnya kerja keras, kemandirian, gotong royong, dan kepedulian terhadap alam.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Lapas Slawi untuk memperkenalkan sisi lain kehidupan pemasyarakatan, yakni pembinaan dan pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada warga binaan, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Momentum tersebut sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Lapas Slawi dengan lingkungan masyarakat, khususnya lembaga pendidikan keagamaan.
Diharapkan, kegiatan ini mampu meninggalkan pengalaman berkesan bagi anak-anak Ponpes Ma’had Tahfidz Al Anwar serta menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian, dan kemandirian yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lapas Kelas IIB Slawi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan sosial dan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.***















