Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Regional

Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

×

Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Sebarkan artikel ini
Kebakaran melanda gudang peleburan aluminium di Desa Kebasen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal

BERITAMERDEKA.CO.ID – Kebakaran melanda sebuah gudang peleburan aluminium di kawasan Peruntukan Industri Kecil (PIK), Desa Kebasen, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Sabtu (31/10/2026) dini hari.

Kobaran api yang membakar bagian atap gudang membuat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tegal dan Kota Tegal harus berjibaku selama sekitar dua jam untuk menjinakkan api.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Berdasarkan keterangan awal saksi, kebakaran diduga bermula dari tungku peleburan aluminium yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas produksi.

Sekitar pukul 00.30 WIB, seorang karyawan gudang diketahui telah menyelesaikan aktivitas peleburan aluminium. Sebelum meninggalkan area kerja, karyawan tersebut memastikan kondisi tungku dalam keadaan aman, kemudian beristirahat di mes yang berada tidak jauh dari gudang.

Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, penjaga gudang terbangun setelah mendengar suara keras menyerupai petasan. Saat memeriksa sumber suara, saksi justru mendapati api sudah membakar bagian atap gudang.

Menyadari adanya kebakaran, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik gudang dan petugas pemadam kebakaran.

Merespons laporan masyarakat, petugas kepolisian bersama tim Damkar langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Tegal dan satu unit dari Kota Tegal diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh petugas, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 06.00 WIB.

Di lokasi kejadian, personel kepolisian melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, mendata saksi serta pemilik gudang, melakukan dokumentasi, dan berkoordinasi dengan petugas Damkar guna memastikan situasi tetap aman.

Gudang yang terbakar diketahui milik Tan Tiong Hi. Di dalam bangunan tersebut tersimpan sekitar 10 ton aluminium, kayu yang digunakan sebagai bahan bakar peleburan, dua unit laptop, serta dua unit televisi.

Berdasarkan pendataan awal, sebagian aluminium diketahui masih dapat dimanfaatkan kembali. Meski demikian, kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu bara api dari tungku peleburan aluminium yang kemungkinan kembali menyala dan kemudian merembet ke tumpukan kayu bahan bakar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Talang IPTU Wantoro mengatakan, sinergitas antara kepolisian dan petugas Damkar menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke area lainnya.

“Kami bersama personel Polsek Dukuhturi dan Polsek Adiwerna bersinergi dengan petugas Damkar untuk mengamankan lokasi dan mendukung proses pemadaman. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, mencegah meluasnya kebakaran, serta menjaga situasi tetap kondusif,” ungkap IPTU Wantoro.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Febriyani Aer mengapresiasi kesigapan seluruh personel kepolisian dan petugas Damkar yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.

Menurutnya, respons cepat dan koordinasi lintas instansi sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak ketika terjadi situasi darurat.

“Respons cepat dan kerja sama lintas instansi sangat diperlukan dalam menghadapi situasi darurat. Kami mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja sama dalam penanganan kebakaran ini. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar selalu memperhatikan aspek keselamatan dan memastikan sumber api benar-benar aman sebelum meninggalkan tempat kerja,” tegas Kapolres.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha, khususnya yang menjalankan aktivitas produksi menggunakan tungku pembakaran, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.***